Dunia barat yang menggerogoti nusantara

21:43:00 Unknown 1 Comments

Bicara tentang sejarah, memang sejarah yang benar itu
akan selalu berkesinambungan atau nyambung, namun bila
menilik fakta tentang sejarah di Indonesia seperti ada rantai
yang terputus. Terlebih bila bicara tentang sejarah pre-
kolonialisme atau sejarah Nusantara lama di jaman
kerajaan-kerajaan Nusantara dulu. Seakan memang
banyak serpihan-serpihan yang hilang atau memang
dengan sengaja disembunyikan.
Ada 3 peradaban tertua di dunia, yaitu Mesopotamia, Mesir
Kuno dan Nusantara. Namun yang terakhir ini yang
mencoba dihapus oleh sejarah, dengan cara apapun
mencoba membolak-balikkan fakta sejarah yang ada.
Namun akhir-akhir ini kembali menyadarkan beberapa
peneliti modern, karena dengan penelitian Gunung Padang
atau lebih tepatnya Piramid Padang yang dapat membuka
mata kita untuk sadar kalau sebenarnya peradaban kita
memang lebih tua dari yang lain.

Gajah Mada aja menyisakan banyak pertanyaan. Karena mungkin tak
bermakna. Tetapi kalo dibaca Gaj(Ah)mada, jadi bermakna.
Hukum Sasandi.
Gaj(Ah)mada = Gajah Ahmada. Pengetahuan Muhammad.
Jadi bermakna. Pembacaan cara itu disebut hukum
sasandi, tasydid dlm Bhs Arab.
Lainnya: Hayam Wuruk. Tak ada maknanya dlm
Sansakerta. Karena keliru membacanya. Seharusnya =
Hayyun Wara’
Hayyun Wara’ kita tahu adalah prinsip kehidupan Sufi.
Maka nggak heran kalo raja Majapahit itu orang orang sufi.
Kita bisa gugat sejarah dengan simpel2 aja. Kalo betul
Tarumanagara, Sriwijaya, Majapahit, dll itu Hindu. Mengapa
ada makam raja2nya?
Makam jelas bukan tradisi Hindu atau Buddha. Jadi jika
raja-raja Nusantara punya makam, ada sesuatu yang harus
dipertanyakan lagi.
Contoh lain: Hampir semua raja konsentris Nusantara
punya prasasti telapak kaki. Itu Abrahamic. Ibrahim &
Ismail lakukan itu.
Candi cara membacanya Sandi. Artinya dia harus di-
decode. Semua rahasia Nusantara ada di sebuah buku
yang bernama Candi itu.

Selama bertahun-tahun kita dijauhkan dengan Candi.
Karena dianggap kuno, syirik, dll. Belanda yang
menginginkan itu.
Padahal kalo kita bisa baca simbol-simbol yang ada di
semua Candi. Kita akan menemukan (si)apa sebetulnya
manusia Nusantara.
Harusnya dibaca Nuswantara: Nuswa-Swa-Anta-Tara. Ini
menunjukkan siapa kita sebenarnya.
Nuswa = negeri kepulauan, swa = yang mandiri/kukuh di
atas prinsip, anta = tanah para ksatria, tara = (keturunan
orang2) suci.
Jadi Islam di Nuswantara bkn sampai melalui semata jln
dakwah, tapi juga genetika. Di sini banyak ksatria keturuan
“orang suci”.

Semakin kita memahami Nusantara,
semakin kita tahu bahwa bangsa ini hebat dahulu ataupun
sekarang n dimasa yg akan datang.
Sudah saatnya kita memang layak berpikir ulang tentang
buku diktat di bangku sekolah n kuliahan, yang memang
dengan sengaja untuk menilai bangsa kita jauh lebih rendah
dari yang seharusnya. Atau lebih simple-nya itu merupakan
pembodohan publik yang tersamarkan.
“Sekolahlah terus sampai kamu tahu bahwa kamu dibodohi
dan mereka gagal membodohkanmu”. (Mbah Nun)
Bobot berpikirmu ditentukan banyaknya buku yg kau
baca.

semoga bermanfaat

1 comment:

  1. makasih atas referensi di atas mas Dennis Priambodo... :D

    ReplyDelete